Kamis, 04 Juni 2009

Rumah Sakit Dr. Karyadi




Lokasi
Jl. dr.Sutomo 16 Semarang
Pemilik
Departemen Kesehatan RI
Penggunaan:
Semula : Centrale Burgerlijke Ziekeninrichting
Sekarang : Rumah Sakit Umum Kariyadi

Tanggal Pembangunan
: 1918 - 1924

Rumah Sakit Kariyadi merupakan bangunan rumah sakit. Bangunan utamanya yang terletak di depan merupakan bangunan setangkup fasade tunggal dan jumlah lantai sebagian dua buah. Orientasi bangunan utama adalah barat. Pondasi dari batu, dengan sistem struktur dari bata, serta dinding dari bata, sebagian dinding bagian baewah dilapisi dengan trisik dari teraso.

Pembangunnya dimulai pada tahun 1918 -an, atas prakarsa dr. NF Liem yang bermaksud untuk membangun rumah sakit. Lokasi bangunan ditentukan di jalan dr. Sutomo 16 Semarang. Dirancang oleh arsitek Belanda Bolsius G.J.P.M dan W. Lemei, pembangunan rumah sakit ini berlangsung selama 6 athun, hingga tahun 1924. Pada permulaan bulan Agustus 1925, Stadsverband, yang pada mulanya bertempat disebelah Utara alun-alun, dipindahkan ke Kalisari yang setelah itu disebut sebagai Centrale Burgerlijke Ziekeninrichting atau lebih dikenal sebagai CBZ. Upacara CBZ dilangsungkan dengan sangat meriah, yang dihadiri oleh pejabat penting serta dokter-dokter. Tahun 1942 hingga 1945, selama masa pendudukan Jepang, rumah sakit ini sering disebut sebagai PURUSARA ( Pusat Rumah Sakit Rakyat ). Setelah Indonesia memperoleh kemerdekaannya, rumah sakit ini juga berganti nama menjadi RSUP ( Rumah Sakit Umum Pusat ). Tahun 1945 pada saat terjadi Pertempuran Lima Hari di Semarang, RSUP menjadi tempat pengungsian bagi para pejuang Indonesia. baru pada tanggal 14 April 1964, RSUP diubah namanya menjadi RS. Kariyadi hingga sekarang ini. Nama Kariyadi yang digunakan bukannya tanpa arti. Dr. Karyadi adalah salah satu pahlawan dalam Pertempuran Lima Hari di Semarang yang wafat di tangan Jepang di Reservoir Siranda, saat memeriksa air minum di sana. Keadaan RS. Karyadi sekarang ini sudah mengalami berbagai pengubahan dan penambahan, diantaranya penambahan fasilitas kesehatan yang lebih modern yang menyebabkan adanya bangunan tambahan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar